Info UNIPA
FATETA UNIPA Gelar Lokakarya Implementasi Kurikulum MBKM
Dekan FATETA UNIPA Budi Santoso, dalam sambutannya menyatakan bahwa FATETA baru mulai menerapkan kurikulum MBKM.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Fateta-lagi893.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) mengadakan lokakarya terkait penyusunan rubrik penilaian dan rekognisi mata kuliah dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kelas Teknologi Hasil Pertanian (THP) FATETA UNIPA, Amban, Manokwari, Papua Barat, Rabu (11/12/2024).
Pelatihan ini mengundang narasumber dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Arifin D. Saputra, yang memberikan pemahaman mengenai penerapan MBKM, khususnya dalam hal penilaian dan rekognisi mata kuliah.
Baca juga: Fateta UNIPA Canangkan Pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM
Baca juga: FATETA UNIPA Kenalkan Mesin Parut Sagu Terbaru ke Poktan Manggei Kampung Torei
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen FATETA UNIPA.
Dekan FATETA UNIPA Budi Santoso, dalam sambutannya menyatakan bahwa FATETA baru mulai menerapkan kurikulum MBKM.
"Mahasiswa kami di semester 4 sudah bisa mengambil program MBKM. Untuk itu, kami meminta pengalaman dari pihak UGM terkait penerapan rekognisi mata kuliah dalam program MBKM ini," ujarnya.
Lebih lanjut Budi Santoso menjelaskan bahwa ada beberapa alternatif yang sudah diambil dalam penilaian mata kuliah, termasuk penilaian melalui free form.
Namun, seiring dengan berbagai program MBKM seperti magang, pertukaran mahasiswa, proyek kemanusiaan, dan program lainnya masih membutuhkan pemahaman lebih mendalam tentang penerapan berbagai program tersebut.
"Satu hari ini memang singkat, tetapi kami berharap dalam waktu yang terbatas ini, Bapak bisa membagikan pengalaman tentang penerapan program MBKM di UGM kepada kami," kata Budi Santoso.
Budi berharap melalui pelatihan tersebut, dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi dosen FATETA UNIPA dalam melaksanakan kurikulum MBKM, sekaligus memperkaya pemahaman mengenai penilaian dan rekognisi mata kuliah yang sesuai dengan konsep MBKM.
(*)