Sabtu, 16 Mei 2026

Tak Hanya Indah, Ternyata Kawasan Raja Ampat Jadi Jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia

Biota laut di kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, menjadi bagian jantung segitiga  terumbu karang dunia.

Tayang:
zoom-inlihat foto Tak Hanya Indah, Ternyata Kawasan Raja Ampat Jadi Jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia
Kemenpar
Raja Ampat, Papua Barat. Biota laut di kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, menjadi bagian jantung segitiga  terumbu karang dunia. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Biota laut di kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, menjadi bagian jantung segitiga  terumbu karang dunia.

Dengan proporsi 80 persen wilayah Raja Ampat adalah perairan, dan kaya akan kehidupan bawah laut terutama terumbu karang, kawasan ini dimasukkan kedalam segitiga terumbu karang dunia (coral triangle).

Diketahui, Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung, di Semenanjung Kepala Burung atau dataran Provinsi Papua Barat dan Papua.

Baca juga: Cerita Wisatawan di Raja Ampat: Bertemu Ikan Terbang, Lumba-lumba, hingga Alam Menakjubkan

Kepulauan Raja Ampat di bawah pengelolaan administratif Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Raja Ampat terdiri atas 610 pulau, di mana hanya ada 35 pulau yang berpenghuni.

Sementara, sebesar 80 persen wilayah Raja Ampat dibentangi lautan biru jernih yang kaya akan kehidupan bawah laut, terutama terumbu karang.

Raja Ampat jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia

Segitiga terumbu karang dunia di Kepulauan Raja Ampat ini adalah 1,6 persen wilayah lautan di planet bumi seluas 5,7 kilometer persegi yang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timur Leste.

Disebut segitiga terumbu karang atau coral triangle, karena jika ditarik garis maya yang melingkupi terumbu karang di negara-negara tersebut, maka akan terbentuk segitiga.

Kawasan segitiga terumbu karang menyimpan kekayaan alam berupa spesies laut yang lebih banyak dari perairan mana pun di bumi dan menjaru rumah bagi 76 persen dari seluruh spesies terumbu karang, serta 37 persen dari seluruh spesies ikan terumbu karang di dunia.

Teluk Kabui, Raja Ampat. Foto diambil pada Kamis (27/9/2018).
Teluk Kabui, Raja Ampat. Foto diambil pada Kamis (27/9/2018). ((KOMPAS.com/DIAN MAHARANI))

Kawasan segitiga terumbu karang juga disebutkan memiliki hamparan hutan bakau terbesar di dunia.

Sementara, berdasarkan data Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), luas terumbu karang Indonesia mencapai 39.583 km persegi atau sekitar 45,7 persen dari total 86.503 km persegi terumbu karang di wilayah segitiga karang dengan puncak keanekaragaman hayati tertinggi antara lain 590 spesies karang batu dan spesies ikan karang.

Lokasi segitiga terumbu karang Raja Ampat ini juga memiliki 75 persen dari seluruh spesies mangrove atau bakau di seluruh dunia, dan 45 persen spesies rumput laut.

Direktur Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Tonny Wagey mengatakan bahwa dalam segitiga terumbu karang dunia ini, bukan hanya karena Raja Ampat ada terumbu karang, tetapi memang uniknya lagi kawasan Raja Ampat ini menjadi titik tengah atau pusatnya.

“Kenapa Raja Ampat kita pilih dan perlu dijaga? Karena di sini adalah kawasan segitiga terumbu karang (dunia), lebih dari 500 spesies (terumbu karang) ada, dan titik tengahnya (pusat) ada di sini, Raja Ampat,” kata Tonny di Sorong, Selasa (23/3/2022).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved