Demo Tolak DOB di Papua Barat
Demonstran Murka, 14 Kali Aksi tak Pernah Bertemu Walikota dan Ketua DPRD Kota Sorong
14 Kali Aksi tak Pernah Bertemu Walikota dan Ketua DPRD Kota Sorong, para pengunjukrasa merasa kecewa dan murka
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Jefri Susetio
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG – Unjuk rasa penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) masih memberi luka bagi orang Papua.
Luka dan kekecewaan itu juga dirasakan oleh sejumlah demonstran yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua se-Sorong Raya.
Kekecewaan dilontarkan kepada elite politik yang memanfaatkan pemekaran demi kepentingan politik.
Baca juga: Massa Ancam Dirikan Tenda di Jalan, Ketua DPRD Petronela Kambuaya Belum Temui Demonstran Tolak DOB
Baca juga: Demo Tolak DOB Papua Barat, Demonstran di Sorong Raya Buat Petisi Cabut Otsus
Seorang demonstran, Jenner Naa mengatakan, sangat kecewa karena selama unjuk rasa pejabat daerah tidak menghargai aspirasi mereka.
“Kami sudah 14 kali demo di Kota Sorong ini, tapi Walikota dan Ketua DPRD Kota Sorong tidak pernah datang lihat kami anak-anaknya. Kami sangat kecewa,” ujarnya kepada TribunPapuaBarat.com Kamis (14/7/2022).
Lebih lanjut, ia menyebut dari 14 kali demo, 4 di antaranya demo penolakan pemekaran Papua Barat Daya, sisanya demo terkait isu-isu Papua lainnya.
Aksi yang disebut itu dilakukan di halaman Kantor Walikota Sorong juga di Kantor DPRD Kota Sorong.
“Kami sengaja aksi di pinggir jalan begini, biar kami mau lihat kami pu orang tua yang duduk sebagai kepala daerah itu datang lihat kami ka tidak,” katanya.
Ia bilang, Ketua DPRD Kota Sorong Petronela Kambuaya merupakan Orang Asli Papua.
"Dia itu kami anggap Mama. Tapi selama demo penolakan pemekaran Papua Barat Daya ini, istri Walikota Sorong itu tak pernah hadir menerima aspirasi demonstaran," ujarnya.
Baca juga: Dilarang Longmarch ke DPR Papua Barat, Demonstran Tolak DOB di Manokwari: Jangan Bungkam Kami
Baca juga: Kapolres Manokwari Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Demo Tolak DOB
Aparat keamanan sempat bersitegang dengan demonstran karena membakar pisang.
Sekitar pukul 16.00 WIT ruas jalan Basuki Rahmat dibolkade karena ada upaya pembubaran paksa dari aparat kepolisian.
Namun hingga berita ini terbit, demonstran sudah membubarkan diri secara tertib. Arus lalulintas di area tersebut sudah normal kembali.
(*)