Generasi Muda di Pelosok Raja Ampat Nyaris Tak Tahu Uang Rupiah Pecahan Logam

Generasi muda di Tanah Papua seperti Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat nyaris tak lagi mengenal uang rupiah logam.

TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
Siswa SD Negeri 13 Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, tak mengetahui uang rupiah pecahan logam, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT - Generasi muda di Tanah Papua seperti Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, hingga kini nyaris tak lagi mengetahui uang rupiah pecahan logam.

Hal ini diakui seorang warga Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Raja Ampat, Abdul Kadir (41).

"Mereka (anak-anak) baru tahu uang logam hari ini saat ada sosialisasi dari Bank Indonesia," ujar Abdu, kepada TribunPapuaBarat.com, Sabtu (13/8/2022).

Baca juga: BI Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kampung Deer Raja Ampat, Warga: Kami Bersyukur

Ayah tiga orang anak itu mengaku, sejak 2004 ke bawah generasi di Gag sudah tidak mengetahui uang logam.

"Bagaimana mau tahu, kita dari dulu sampai sekarang saja di Gag uang logam sudah tidak berlaku," tuturnya.

Ia mengaku, untuk uang pecahan 500 rupiah, 200, 100, 50 hingga 1 rupiah pun kini tidak diketahui oleh anak-anak Gag.

"Kami di Gag anak-anak ini mulai dari uang Rp 2 ribu hingga Rp 100 ribu an, mereka masih paham," ucap Abdul.

Sementara, uang logam saja hingga saat ini mereka sudah tidak tahu bentuknya seperti apa.

"Mau belanja pakai uang koin (logam) di Gag sekarang sudah tidak berlaku," imbuhnya.

Pria 41 tahun ini juga menuturkan, sekelas guru-guru di sekolah saja sudah susah untuk mengenali uang pecahan logam.

Baca juga: Potret Kelam Pendidikan di Pelosok Raja Ampat, Susah Akses Internet hingga Pinjam Guru dari Kota

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved