Wisata Papua Barat Daya
Menyelam di Raja Ampat Wisata Papua Barat Daya, Waspadai Hewan Liar Ini
Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya menjadi lokasi wisata yang banyak menyuguhkan spot menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pemandangan-Pulau-Misool-dari-Puncak-Harfat-Raja-Ampat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya menjadi lokasi wisata yang banyak menyuguhkan spot menarik.
Dari pemandangan hingga kekayaan faunanya, menyelam di wisata Papua Barat Daya, Raja Ampat jadi aktivitas favorit bagi pecinta diving.
Diketahui kawasan Raja Ampat yang jadi unggulan wisata Papua Barat Daya, yang pernah meraih penghargaan bergengsi tingkat dunia yakni Blue Park, di Lisbon, Portugal.
Baca juga: Pulau Misool di Raja Ampat Terkenal karena Keindahan Alam, Wisata Papua Barat yang Miliki 2 Danau
Penghargaan Blue Park dari Marine Conservation Institute kepada Raja Ampat wisata Papua Barat, lantaran wilayah ini memiliki satwa liar laut yang luar biasa.
Lautan di Raja Ampat memiliki 553 jenis Karang dan rumah lebih dari 70 persen jenis karang yang ada di dunia.
Tidak hanya itu, di sana juga menjadi tempat bagi 1.456 jenis ikan karang yang membuat Kepulauan Raja Ampat menjadi kawasan dengan kekayaan jenis ikan karang tertinggi di dunia.
Ada pula 699 jenis Molusca, 5 jenis penyu dan 16 jenis mamalia laut (Cetacean). Di antara 699 jenis Moluska tersebut, 530 adalah siput-siputan (gastropoda), 159 kerang-kerangan (bivalva), 2 Scaphoda, 5 cumi-cumian (cephalopoda) dan 3 Chiton.
Waspada saat Menyelam
Meski begitu, hewan di lautan di antaranya sangat berbahaya dan berpotensi mematikan.
Dikutip dari centerforsurfresearch, ada lebih dari lima puluh spesies ular laut yang berbeda dan mereka ditemukan di air hangat Samudra Hindia dan Pasifik.
Hewan laut yang sangat berbisa ini sebenarnya milik keluarga besar ular berbahaya, kobra.
Umumnya, mereka bukan makhluk agresif, tetapi taring pendek mereka menyimpan racun yang sangat beracun.
Kematian manusia jarang terjadi karena mereka hanya menyuntikkan racun mereka dalam jumlah kecil.
Mereka biasanya ditemukan di perairan yang lebih dangkal, kedalaman kurang dari 100 kaki, di sekitar terumbu karang dan bakau, tempat mereka berburu.
Baca juga: Berkeliling Raja Ampat Bisa Dalam Sehari, Ini Harga dan Destinasi Tur yang Ditawarkan
Hingga 75.000 gigitan ular laut terjadi setiap tahun dengan hanya 3 persen kasus yang berakibat fatal karena kemajuan medis.