Wisata Papua Barat Daya

Laguna Wayag di Raja Ampat Jadi Rumah bagi Pari Manta, Pertama di Dunia

Keberadaan kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya memberikan keberlangsungan hidup untuk Pari Manta yang dilindungi.

IST/SCREENSOT
HEWAN - Pari manta di laut Pulau Wayag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Keberadaan kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya memberikan keberlangsungan hidup untuk Pari Manta yang dilindungi.

Yakni  Waigeo di sebelah barat Laguna Wayag di Kepulauan Raja Ampat, merupakan tempat pembesaran Pari Manta pertama di dunia.

Ikan Pari Manta (Manta birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia yang saat ini sudah hampir punah, namun, masih bisa dijumpai di sejumlah perairan di Raja Ampat, wisata Papua Barat, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Menikmati Sehari Berkeliling di Raja Ampat, Ini Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Sangat penting data populasi ikan hingga peran stasiun ikan pari manta di Raja Ampat.

Dikutip dari kkp.go.id, hal ini juga sejalan dengan temuan Pakar Pari Manta mahasiswa S3 Universitas Auckland Selandia Baru, Edy Setyawan, bahwa Laguna Wayag di Raja Ampat sebagai daerah pembesaran Pari Manta Karang yang sangat penting.

Penemuan ini menjadi yang pertama dan terkonfirmasi di dunia.

Ia dan timnya telah melakukan pengamatan di Raja Ampat sejak tahu 2013.

Dalam pengamatannya, Pari Manta karang dipasangi pelacak satelit dan akustik dan ternyata memiliki daerah jelajah yang terbatas di dalam dan sekitar Laguna Wayag saja.

Selain jadi habitatnya, Pari Manta juga memanfaatkan terumbu karang sebagai 'stasiun pembersihan' untuk menghilangkan parasit-parasit di permukaan tubuhnya dengan bantuan ikan-ikan.

Sehingga di bawah pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), Laguna Wayag menjadi lokasi wisatawan untuk berinteraksi dengan Pari Manta di bawah kode etik yang ketat.

Tentunya hal ini untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekologi melalui pelindungan ekosistem dan biota penting serta fungsi ekonomi dari kawasan ini bagi pelaku wisata dan masyarakat adat.

Pengelola Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat menilai Pari Manta merupakan aset penting bagi Raja Ampat.

Baca juga: Cek Waktu Ideal Berkunjung ke Raja Ampat, Jika Beruntung Bisa Bertemu Pari Manta

Yang tidak hanya berperan sebagai komponen kunci bagi kesehatan ekosistem terumbu karang, namun juga krusial untuk mendukung mata pencaharian masyarakat lokal melalui wisata bahari.

Hingga 2021, total luas kawasan konservasi telah mencapai 28,4 juta hektar atau sekitar 8,74 persen dari luas perairan Indonesia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved