Wisata Papua Barat Daya
Mengapa Wisata Raja Ampat Mahal? Ternyata Ini Alasannya
Destinasi wisata Raja Ampat, di Papua Barat Daya perlu merogoh kocek cukup dalam untuk mengunjunginya. Ternyata ini alasannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Raja-Ampat-Papua-Barat-Daya.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Destinasi wisata Raja Ampat, di Papua Barat Daya perlu merogoh kocek cukup dalam untuk mengunjunginya.
Meski begitu, kecantikan, kekayaan fauna dan lestarinya alam yang disuguhkan Raja Ampat, sepadan dengan biayanya.
Terlebih, Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia.
Baca juga: Rute Menuju Raja Ampat di Papua Barat Daya, Ini Estimasi Harga dan Caranya
Kenapa Biaya ke Raja Ampat Mahal?
Pertama, biaya transportasi menuju Raja Ampat, tak cukup hanya satu kali transit.
Jika dari Jakarta untuk menuju Sorong Papua Barat, kamu bisa melalui transportasi udara agar lebih cepat, dengan menuju Bandara Domine Eduard Osok, Sorong.
Lama waktu yang ditempuh adalah sekitar 5 hingga 7 jam.
Degan harga di kisaran Rp 2,7 juta sampai Rp 3,5 juta tergantung maskapai dan kelas pesawatnya.
Selain menggunakan pesawat, kamu bisa ke Sorong dengan Kapal Pelni.
Harga kapal dari pelabuhan Tanjung Priok ke Sorong sekitar Rp 810.000 untuk orang dewasa dan Balita Rp 86.000.
Pilihan kapalnya pun beragam.
Namun, waktu tempuh adalah sekitar 5 hari 9 jam.
Baca juga: Melihat Keistimewaan Wisata Raja Ampat di Papua Barat Daya, Apa yang Menarik?
Kemudian, dari Kota Sorong menuju Kota Waisai yang jadi pintu masuk Kabupaten Raja Ampat, perlu menggunakan kapal feri.
Waktu tempuh yang dilalui berada pada kisaran 2 jam dari Kota Sorong menuju Kabupaten Raja Ampat.
Harga tiketnya berada pada kisaran Rp 100.000 untuk Kelas Ekonomi dan Rp 215.000 untuk Kelas VIP.