Kamis, 7 Mei 2026

Wisata Papua Barat Daya

Pesona Raja Ampat: Jadi Rumah Ribuan Spesies Anggrek, Koleksinya Terus Bertambah

Raja Ampat, di Provinsi Papua Barat Daya menjadi hutan konservasi salah satunya dikarenakan keanekaragaman anggreknya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Pesona Raja Ampat: Jadi Rumah Ribuan Spesies Anggrek, Koleksinya Terus Bertambah
Wonderful Indonesia
Dermaga di Pantai Waiwo, Waigeo, Raja Ampat, Papua Barat Daya - Raja Ampat, di Provinsi Papua Barat Daya menjadi hutan konservasi salah satunya dikarenakan keanekaragaman anggreknya. 

Pada akhir Maret 2021, salah satu koleksi anggrek (living collection) dengan kode koleksi RR141 berbunga.

Baca juga: Keindahan Pulau Batanta Raja Ampat, Situs Sejarah Bawah Laut hingga Spesies Anggrek Liar Tersedia

Setelah melakukan identifikasi secara seksama, anggrek tersebut adalah Dendrobium sagin Saputra & Schuit.

Salah satu anggrek spesies baru asal Kabupaten Sorong, Papua Barat yang baru dipulikasikan enam bulan yang lalu.

Temuan Dendrobium sagin merupakan salah satu temuan yang menarik, dan tentunya juga temuan yang sangat penting.

Temuan D. sagin ini menjadi catatan baru (new record) untuk persebaran di Pulau Waigeo, yang sebelumnya hanya di temukan di pulau utama Papua.

Anggrek di Pulau Batanta

Keindahan pasir timbul Urun, Kampung Yansawai, Pulau Batanta, di kawasan Raja Ampat. Ketika air pasang daratan ini akan menjadi pulau tersendiri, sedangkan saat surut ia akan terlihat panjang menyatu dengan Pulau Batanta.
Keindahan pasir timbul Urun, Kampung Yansawai, Pulau Batanta, di kawasan Raja Ampat. Ketika air pasang daratan ini akan menjadi pulau tersendiri, sedangkan saat surut ia akan terlihat panjang menyatu dengan Pulau Batanta. ((KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA))

Pada Bulan Maret 2022, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkolaborasi dengan sejawat mereka dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat menemukan 90 koleksi anggek di Pulau Batanta.

BRIN-BBKSDA Papua Barat menemukan anggrek Dendrobium cuneatum yang sebelumnya hanya ditemukan di region Sulawesi dan Maluku saja.

Ada juga temuan anggrek akar Taeniophyllum torricellense yang sebelumnya hanya ditemukan di dua lokasi, yaitu Pulau San Cristobal di Kepulauan Solomon dan Pegunungan Torricelli, Papua Nugini.

Baca juga: Menyelam di Raja Ampat, Pahami 6 Aturan yang Harus Dipatuhi

Lainnya, ada juga anggrek epifit Dendrobium incumbens yang sebelumnya hanya tercatat berasal dari dua titik lokasi di Papua Nugini, yaitu Distrik Sepik dan Morobe.

Selain anggrek, ada juga tanaman lain yang dimanfaatkan oleh masyarakat adat untuk pengobatan, kerajianan. pakaian, hingga material membuat perahu.

Seperti tanaman wil-gelfun (Coscinium fenestratum) yang banyak tumbuh liar di hutan sebagai obat tradisional herbal untuk penyakit malaria, sakit mata, gangguan pencernaan, serta badan letih.

Ada juga teliih (Terminalia catappa) yang banyak tumbuh liar di pesisir yang digunakan untuk mengobati luka terbuka, gangguan pencernaan, hingga diare.

(TribunPapuaBarat.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved