DPPKB Kota Sorong dan BKKBN Papua Barat Beri Makanan Tambahan dan Pelayanan KB bagi Puluhan Keluarga

Selain pemberian makana tambahan, ada juga pelayanan KB pemasangan implan kepada 36 akseptor di Puskesmas Sorong.

Editor: Tarsisius M
Istimewa
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Sorong memberikan makanan tambahan untuk keluarga yang anak-anak mereka berisiko stunting di Puskesmas Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (19/1/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Sorong memberikan makanan tambahan untuk keluarga- keluarga yang anak-anak mereka berisiko stunting.

DPPKB Kota Sorong bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat dalam kegiatan di Puskesmas Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (19/1/2023), itu.

Ada 84 keluarga yang mendapat makanan tambahan tersebut.

Selain pemberian makanan tambahan, ada juga pelayanan KB pemasangan implan kepada 36 akseptor di Puskesmas Sorong.

Layanan KB yang sama dilakukan di Puskesmas Klasaman untuk 6 akseptor dan Puskesmas Sorong Timur bagi 8 akseptor.

Baca juga: BKKBN Klaim Penggunaan Alat Kontrasepsi di Papua Barat Meningkat 50 Persen

Ada juga pemasangan implan di Distrik Sorong Barat.

Sebanyak 10 akseptor difalitasi metode operasi wanita (MOW) di RS Sele Be Solu.

Di rumah sakit itu, diberikan layanan KB iud untuk 2 akseptor.

Selanjutnya, DPPKB Kota Sorong memberi pelayanan KB MOW di RS Pertamina untuk 2 akseptor.

Kegiatan itu dibuka Plt Sekda Kota Sorong, Ruddy R Lakku dan dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat, para kepala OPD Mitra, camat Sorong Barat, dan para lurah se-Sorong Barat.

Pj Wali Kota Sorong, George Yarangga, mengatakan baksos ini sebagai usaha menurunkan prevalensi stunting dan kemiskinan ekstrem serta angka kematian ibu dan bayi di Kota Sorong.

Baca juga: BKKBN Gelar Pelatihan Teknologi Kontrasepsi bagi Bidan di Papua Barat, Cegah Risiko Alat Kontrasepsi

"Bakti sosial pelayanan KB ini sangat penting agar keluarga bisa mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak," kata George Yarangga dalam sambutan yang dibacakan Plt Sekda.

Tujuan akhirnya, ucapnya, adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kota Sorong.

Ia menyatakan angka kasus stunting masih tinggi dengan prevalensi 19,2 persen dan secara absolut 5.036 kasus balita stunting.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved