Pelepasliaran Anakan Hiu di Raja Ampat
Prof Charlie Terhormat dan Berterima kasih Namanya Digunakan untuk Anakan Hiu Belimbing StAR Project
Pemberian nama ‘Charlie’ sebagai bentuk penghargaan kepada Prof Dr Charlie D Heatubun, SHut, MSi, FLS sebagai Ketua Tim Project StAR di Papua Barat
Penulis: redaksi | Editor: Haryanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Prof-Dr-Charlie-D-Heatubun-SHut-MSi.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, RAJA AMPAT - Dua anakan hiu belimbing dilepasliarkan, di Laguna Wayag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, belum lama ini.
Dua anakan hiu belimbing ini diberinama masing-masing ‘Charlie’, dan ‘Katleen’.
Dua ekor anakan Hiu Belimbing yang dilepas di Laguna Wayag ini memang diberinama ‘Charlie’ dan ‘Katleen’.
‘Charlie’ memiliki berat bersih 800 gram dan panjang 73,2 cm.
Sedangkan, ‘Katleen’ memiliki berat 1127 gram dan panjang 81 cm.
Pemberian nama ‘Charlie’ sebagai bentuk penghargaan kepada Prof Dr Charlie D Heatubun, SHut, MSi, FLS sebagai Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Project StAR di Provinsi Papua Barat.
Baca juga: Hadir di Raja Ampat, Megabintang Hollywood Indiana Jones Antusias Pelepasliaran Charlie & Katleen’
Sedangkan Katleen merupakan satu diantara pendukung proyek pemulihan populasi atau restocking hiu belimbing (stegostoma tigrinum) yang saat ini kondisinya terancam punah di perairan Raja Ampat.
Secara pribadi, Prof Charlie merasa terhormat, dan berterima kasih kepada tim kerja kolaborasi StAR Project yang menggunakan namanya sebagai nama ikan jantan pertama yang menetas hasil program restocking hiu belimbing.
“Saya merasa terhormat dan termotivasi sekaligus bersemangat sehingga tetap akan terus bekerja,” kata Prof Charlie dalam keterangan kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (21/01/2023).
“Tentu ini untuk tujuan pembangunan berkelanjutan, untuk pelestarian sumberdaya alam, dan juga kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya maupun secara khusus juga di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Guru Besar Botani Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Papua (Unipa).
Baca juga: Momen Bersejarah, Begini Proses Pengiriman Telur Hiu Belimbing dari Australia ke Papua Barat
Prof Charlie sebelumnya menyampaikan terima kasih, dan penghargaan yang luar biasa kepada tim kerja Proyek StAR.
“Tentunya ini menjadi satu pencapaian dalam program restocking atau pemulihan populasi hiu belimbing,” katanya.
“Apa yang sudah dilakukan ini, terutama kedua anakan ikan hiu ini akan sehat dan berkembang, kemudian menjadi indukan yang akan memberikan populasi yang sehat bagi populasi hiu belimbing di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Kepala BRIDA Papua Barat ini juga menegaskan bahwa hal ini merupakan bentuk pembuktian kerja tim yang berkolaborasi sangat erat dengan semua pihak, baik pemerintah daerah juga pemerintah pusat dan para mitra pembangunan terkait, khususnya anggota konsorsium internasional ReShark.
“Secara khusus apresiasi dan ucapan terima kasih pemerintah daerah juga diberikan kepada para akuaris atau perawat yang telah merawat anakan hiu belimbing ini sejak masih berada dalam kantung telur, menetas dan bertumbuh sampai berusia 4 (empat) bulan di tempat penetasan (hatchery), Pulau Kri, Raja Ampat,” ucapnya.