Selasa, 2 Juni 2026

Wisata Papua Barat Daya

Wisata Papua Barat Daya: Ada Banyak Hewan Liar yang Bisa Ditemui di Raja Ampat, Apa Saja Nih?

Ada beberapa hal yang harus ditaati saat mengunjungi destinasi termasuk wisata Papua Barat Daya, Raja Ampat.

Tayang:
zoom-inlihat foto Wisata Papua Barat Daya: Ada Banyak Hewan Liar yang Bisa Ditemui di Raja Ampat, Apa Saja Nih?
Instagram/pesonaid_travel
Pulau Misool, Raja Ampat, Papua Barat - Ada beberapa hal yang harus ditaati saat mengunjungi destinasi termasuk wisata Papua Barat Daya, Raja Ampat. 

Bagi pengunjung di Raja Ampat, lazim jika menjumpai ular laut, apalagi saat snorkeling dan menyelam.

Biasanya dijumpai ketika mereka berenang bebas ke permukaan untuk bernafas, atau bergerak di antara karang untuk mencari makanan.

Ular laut sendiri sangat berbisa, namun tidak agresif.

Namun jangan sekali-kali menyentuh ular laut, apalagi mengganggunya, karena bisa merasa terancam.

Baca juga: Wisata Papua Barat Daya: Bagaimana Cerita Raja Ampat Ditemukan Pertama Kali?

3. 'Blue-ringed Octopus' (Gurita Cincin Biru)

Gurita cincin biru
Gurita cincin biru (animalspot.net)

Gurita yang memiliki warga yang sangat indah ini, memiliki racun yang sangat tinggi.

Gurita jenis ini memiliki bisa yang cukup untuk membunuh 26 manusia dewasa hanya dalam hitungan menit.

Bahkan tidak ada antidot untuk bisa gurita cincin biru.

Gurita cincin biru biasanya ditemukan di terumbu karang atau perairan dangkal, dan lebih aktif di malam hari.

Meskipun cukup jinak, gurita jenis ini sangat berbahaya bagi manusia jika merasa terusik atau terganggu.

Gurita berukuran kecil ini akan memberikan peringatan jika merasa gelisah dan terganggu, yaitu dengan memperlihatkan puluhan cincin berwarna biru cerah di sekujur tubuhnya; Anda bagi Anda untuk menjauh.

Baca juga: Cara Menuju Raja Ampat di Wisata Papua Barat Daya, Lewat Sorong Lebih Dulu

4. Bintang Laut Berduri

Bintang Laut Berduri
Bintang Laut Berduri (animalspot.net)

Bintang laut berduri adalah pemakan terumbu karang yang sangat lahap, yang tidak hanya dapat menimbulkan kerusakan pada terumbu karang, namun juga manusia yang menyentuhnya.

Ini menghasilkan racun syaraf yang menyebabkan rasa sakit parah dan menyengat tajam.

Meski bintang laut ini tidak memiliki mekanisme untuk menyuntikkan racun, tetapi durinya dapat melukai orang.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved