Mata Lokal Memilih

Bawaslu Fakfak Sebut Peran Media Penting untuk Berantas Hoaks di Pemilu 2024

Dalam era ini tentu teknologi informasi akan bergerak cepat dan mempengaruhi bahkan melebihi kecepatan berpikir manusia

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
PEMILU 2024 - Ketua Bawaslu Fakfak, Arifin Takamokan menyampaikan peran media sangat penting untuk membantu memberantas informasi hoaks menjelang Pemilu 2024, Rabu (27/9/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fakfak menyebutkan peran media sangatlah penting untuk memberantas berita bohong atau hoaks.

"Media atau pers memang menjadi salah satu pilar untuk mengawal demokrasi, sehingga sudah barang tentu kami berharap adanya peran penting media untuk memberikan informasi mencerahkan dan bersama-sama melawan hoaks," kata Ketua Bawaslu Fakfak, Arifin Takamokan kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Senin (25/9/2023).

Tak hanya hoaks, tetapi media juga diharapkan dapat bersinergi bersama untuk membantu melawan ujaran kebencian dan kampanye hitam atau black campaign.

Baca juga: Pencermatan DCS Bacaleg Pemilu 2024, Bawaslu Fakfak Fokus dengan Hal Ini

Baca juga: Bawaslu Fakfak Petakan Tingkat Potensi Kerawanan Pelanggaran Pemilu di 17 Distrik

"Terutama black campaign yang biasanya dilakukan para buzzer di media sosial, ini harus dilawan bersama," tegasnya.

Menurut hematnya, peran media dalam mengawal Pemilu 2024 sangatlah penting karena proses demokrasi prosedural yang nanti akan dilaksanakan tentu akan masuk dalam fase kematangan era prostras.

"Dalam era ini tentu teknologi informasi akan bergerak cepat dan mempengaruhi bahkan melebihi kecepatan berpikir manusia," tandasnya.

Oleh sebab itu, Arifin mengatakan, harus terjalin kolaborasi dan sinergitas antara penyelenggara dengan media.

"Termasuk semua pihak yang bekerja sama untuk melawan hoaks," ujarnya.

Ia membeberkan, pada saat ini, kerja Bawaslu bukan hanya mengawasi Pemilu di lapangan tetapi juga dalam ranah media sosial.

"Makanya kami di Bawaslu Fakfak sudah bentuk tim siber untuk mengawal Pemilu 2024 mendatang," ujarnya.

Ke depannya, ia tak memungkiri serangan para buzzer dan sebagainya untuk menganggu proses demokrasi prosedural yang dilaksanakan pasti sangat masif.

"Makanya kami tidak bisa kerja sendiri, lagi lagi harus ada kolaborasi nyata guna meminimalisir para penyebar hoaks," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya berharap masyarakat harus dalam suasana yang gembira menyambut pesta demokrasi.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved