Mata Lokal Memilih
Bawaslu Fakfak Sebut Peran Media Penting untuk Berantas Hoaks di Pemilu 2024
Dalam era ini tentu teknologi informasi akan bergerak cepat dan mempengaruhi bahkan melebihi kecepatan berpikir manusia
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fakfak menyebutkan peran media sangatlah penting untuk memberantas berita bohong atau hoaks.
"Media atau pers memang menjadi salah satu pilar untuk mengawal demokrasi, sehingga sudah barang tentu kami berharap adanya peran penting media untuk memberikan informasi mencerahkan dan bersama-sama melawan hoaks," kata Ketua Bawaslu Fakfak, Arifin Takamokan kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Senin (25/9/2023).
Tak hanya hoaks, tetapi media juga diharapkan dapat bersinergi bersama untuk membantu melawan ujaran kebencian dan kampanye hitam atau black campaign.
Baca juga: Pencermatan DCS Bacaleg Pemilu 2024, Bawaslu Fakfak Fokus dengan Hal Ini
Baca juga: Bawaslu Fakfak Petakan Tingkat Potensi Kerawanan Pelanggaran Pemilu di 17 Distrik
"Terutama black campaign yang biasanya dilakukan para buzzer di media sosial, ini harus dilawan bersama," tegasnya.
Menurut hematnya, peran media dalam mengawal Pemilu 2024 sangatlah penting karena proses demokrasi prosedural yang nanti akan dilaksanakan tentu akan masuk dalam fase kematangan era prostras.
"Dalam era ini tentu teknologi informasi akan bergerak cepat dan mempengaruhi bahkan melebihi kecepatan berpikir manusia," tandasnya.
Oleh sebab itu, Arifin mengatakan, harus terjalin kolaborasi dan sinergitas antara penyelenggara dengan media.
"Termasuk semua pihak yang bekerja sama untuk melawan hoaks," ujarnya.
Ia membeberkan, pada saat ini, kerja Bawaslu bukan hanya mengawasi Pemilu di lapangan tetapi juga dalam ranah media sosial.
"Makanya kami di Bawaslu Fakfak sudah bentuk tim siber untuk mengawal Pemilu 2024 mendatang," ujarnya.
Ke depannya, ia tak memungkiri serangan para buzzer dan sebagainya untuk menganggu proses demokrasi prosedural yang dilaksanakan pasti sangat masif.
"Makanya kami tidak bisa kerja sendiri, lagi lagi harus ada kolaborasi nyata guna meminimalisir para penyebar hoaks," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya berharap masyarakat harus dalam suasana yang gembira menyambut pesta demokrasi.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.