Berita Fakfak
Marcel Rahamitu Nilai Pencopotan Baliho Anies-Muhaimin di Fakfak sebagai Bentuk Arogansi
Karena itu Marcel berharap, persoalan ini dapat dikomunikasikan dengan baik dan diselesaikan bersama
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Politisi Partai NasDem Marcel Rahamitu menilai pencopotan baliho Anies-Muhaimin sebagai bentuk arogansi.
"Sangat disayangkan sekali kalau itu benar-benar terjadi karena menurut saya ini wujud perbuatan tidak terpuji, apalagi kalau itu dilakukan oleh oknum caleg dan timnya," ujarnya saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com, Kamis (7/12/2023).
Seharusnya, lanjut Marcel, hal itu tidak boleh dilakukan dengan cara arogan.
Baca juga: Aloysius Siep Minta Bawaslu Tertibkan Baliho Caleg yang Berada di Luar Zona Pemasangan
Baca juga: Baliho Anies-Muhaimin Dicopot, Relawan Pejuang ABW Fakfak Lapor Bawaslu
Karena itu Marcel berharap, persoalan ini dapat dikomunikasikan dengan baik dan diselesaikan bersama.
"Fakfak ini luas dan baliho silakan dipasang di mana saja sesuai zonasi yang sudah ditentukan," tekannya.
Anggota DPRD Fakfak itu menyebutkan baliho bukan satu-satunya garansi untuk bisa menjadi presiden ataupun anggota legislatif dan lain sebagainya.
"Pengalaman saya jadi anggota DPR dipilih oleh rakyat, karena memang rakyat menilai kita dari rekam jejak," ujar Marcel.
Lanjut Marcel, selain itu pendekatan yang dilakukan selama ini dengan masyarakat bukan pada pendekatan baliho.
"Karena sejatinya, baliho ini kan hanya bentuk promosi diri kita saja," tambahnya.
Sebelumnya diketahui, baliho pasangan Anies-Muhaimin di Kabupaten Fakfak Papua Barat diduga dicopot, sehingga membuat relawan Anies Baswedan atau ABW Fakfak melapor ke Bawaslu.
Baliho Anies-Muhaimin atau pasangan AMIN yang dicopot tersebut berukuran 3 x 5 meter dan posisinya strategis di kawasan perkotaan yakni di dekat lampu merah atau traffic light Pasar Thumburuni Fakfak.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.