Pilkada Pegaf
Yosak Saroi: Persoalan Pribadi Jangan Hambat Agenda Pilkada di Pegaf
Ia berharap agar masyarakat tidak melakukan aksi berdampak pada terhambatnya kerja-kerja lembaga penyelenggara Pemilu di daerah itu.
Penulis: Hans Arnold Kapisa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Palang-Pegaf-24.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kantor KPU kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) Papua Barat dikabarkan dipalang (disegel) sekelompok warga sejak Rabu (16/7).
Kabar pemalangan itu dibenarkan Ketua KPU Pegaf, Yosak Saroi, bahwa aksi pemalangan kantor KPU dilakukan sekelompok warga yang diketahui tidak berkaitan dengan agenda kepemiluan.
"Kantor KPU Pegaf dipalang, padahal kelompok warga itu sebenarnya punya persoalan pribadi dengan oknum penyelenggara, jadi aksi itu tidak berkaitan dengan tahapan Pilkada 2024," kata Yosak kepada wartawan di Manokwari, Jumat (19/7/2024).
Baca juga: KPU Pegaf Gelar Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada 2024, Yosak Saroi: Hadiah Puluhan Juta
Baca juga: KPU Pegaf Gelar Bimtek 50 PPD dan Sekretariat, Yosak Saroy: Pilkada Itu Gampang-gampang Susah
Ia menuturkan bahwa, pemalangan fasilitas negara itu telah dilaporkan ke Polisi guna mengambil langkah hukum sehingga aksi serupa tidak terulang di kemudian hari.
"Saat ini kami sedang fokus mempersiapkan tahapan Pilkada 2024 sementara kantor dipalang, sehingga kami sudah membuat laporan Polisi ke Polres Pegaf," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Pegunungan Arfak, Kompol Isaac Hosio, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait aksi pemalangan sekelompok warga terhadap fasilitas kantor KPU di wilayah hukumnya.
"Sudah kami terima, dan hari ini setelah apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja kami langsung mengerahkan anggota untuk melepas palang di kantor KPU Pegaf," kata Kompol Isaac Hosio.
Ia berharap agar masyarakat tidak melakukan aksi berdampak pada terhambatnya kerja-kerja lembaga penyelenggara Pemilu di daerah itu.
"Kalau ada personel baiknya dilaporkan ke Polisi atau disampaikan dengan cara-cara damai, pasti ada solusi penyelesaian," singkat Kompol Isaac.
(*)