Pilkada 2024
Bawaslu Teluk Bintuni Sosialisasikan Pengawasan Partisipasi Pilkada 2024 bagi Pemilih Pemula
"Dalam sosialisasi ini, ternyata ada beberapa siswa yang sudah punya KTP elektronik, sehingga bisa memilih pada saat pilkada 27 November 2024," ungkap
Penulis: Syahrul Said Refideso | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/St39.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Teluk Bintuni sosialisasikan pengawasan partisipasi pemilu bagi pemilih pemula pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.
Sosialisasi itu berlangsung di RM Nusantara, Jalan Awarepi, Jumat (6/09/2024).
Ketua Bawaslu Teluk Bintuni Sopiah Tokomadoran mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada pemilih pemula terkait pilkada serentak.
Baca juga: Bawaslu Teluk Wondama Sebut Tahapan Pilkada Berjalan Sesuai Aturan: Kami Akan Kawal Sampai Selesai
Baca juga: Bawaslu Manokwari Siap Layani Aduan Sengketa Pilkada 2024, Alberthina Jumame: Waktu Pengajuan 3 Hari
Baik itu pemilihan gubernur (Pilgun), bupati (Pilbup) dan wali kota (Pilkot).
"Kami juga akan melaksanakan sosialisasi terkait pidana pemilu, apabila terjadi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di masyarakat pada saat pemilihan," kata Sopiah dalam sambutannya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dalam Bab IV pasal 198 ayat 1, yang dikatakan pemilih pemula adalah warga Indonesia yang pada hari pemungutan suara sudah genap berusia 17 tahun atau lebih, sudah kawin yang mempunyai hak memilih.
"Dalam sosialisasi ini, ternyata ada beberapa siswa belum punya E- KTP sebagai syarat untuk memilih, sedangkan suda berumur 17 sampai 18 tahun," ungkapnya.
Menurutnya, KTP elektronik menjadi salah satu syarat untuk memilih.
Olehnya itu, pihaknya bakal melakukan identifikasi bagi pemilih pemula yang bisa memilih namun belum memiliki KTP elektronik.
"Kami akan fasilitas untuk melakukan perekaman e-KTP di Disdukcapil. Bawaslu sudah melakukan kerjasama dengan instansi tersebut," pungkasnya.
Sebagai informasi, sosialisasi itu diikuti 72 pelajar Sekolah Menangah Atas (SMA) dan setingkatnya.
72 siswa tersebut berasal dari Madrasah Baitul Amin, SMA Muhammadiyah Bintuni, SMA YPPK Arnol Yasen sebanyak dan SMA YPK Binadesa.
(*)