Pilkada Manokwari

Polres Manokwari Perketat Penjagaan TPS di Daerah-daerah Perbatasan

Agustina Sineri mengatakan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) menjelang pilkada Manokwari.

TribunPapuaBarat.com/Fransiskus Irianto Tiwan
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggelar Media Gathering soal pilkada Manokwari, Sabtu (16/11/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggelar Media Gathering soal pilkada Manokwari, Sabtu (16/11/2024).

Acara itu menghadirkan tiga narasumber yakni Wakapolresta Manokwari Kompol, Agustina Sineri; Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Manokwari, I Negah Ardika; dan Ketua Bawaslu Manokwari, Samsudin Renuat.

Agustina mengatakan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) menjelang pilkada 2024.

"Titik pengamanan yang akan kami perketat yakni TPS (tempat pemungutan suara) di titik rawan dan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Manokwari," kata Agustina Sineri.

Antara lain Distrik Mokwam yang berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Arfak, Distrik Tanah Rubuh yang berbatasan dengan Manokwari Selatan, dan Distrik Sidey yang berbatasan dengan Kabupaten Tambrauw.

Baca juga: Bawaslu Manokwari Sebut Perlu Evaluasi tentang Masa Penanganan Pelanggaran Pilkada 2024

 

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Manokwari, I Negah Ardika, berharap pilkada Manokwari tahun ini aman dan lancar tanpa ada kecurangan yang terjadi hingga naik meja hijau.

"Kalau sudah naik pengadilan, prosesnya rumit sehingga membuat kita harus bekerja ekstra. Kami berharap hal itu tidak terjadi," ujarnya.

Ketua Bawaslu Manokwari, Samsudin Renuat, media gathering bagian dari upaya untuk membangun kolaborasi.

Ia mengatakan tinggal hitungan hari menuju akhir masa kampanye dan pemungutan suara.

Baca juga: Bawaslu Teluk Bintuni Petakan TPS Rawan Pilkada 2024, Sopiah Tokomodoran: Bakal Dipublikasikan

"Kami berharap kolaborasi dengan media massa dapat terus terjalin untuk mendukung pengawasan partisipatif dan menjaga Pilkada Manokwari agar kondusif," kata Samsudin Renuat.

Selama masa tenang, ucapnya, tidak boleh ada publikasi kampanye. Sebaliknya, media dianggap perlu membantu mengontrol agar tidak terjadi pelanggaran aturan.

"Kami berharap kampanye di medsos media massa, termasuk pada 23 November nanti, tak ada publikasi-publikasi yang terpasang di media karena masa kampanye telah selesai," ujar Samsudin Renuat.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved