Lingkungan Tercemar Sampah Plastik, Begini Tanggapan Warga Fakfak
"Di pinggir-pinggir jalan juga sampah plastik pono (penuh), ini harus menjadi perhatian semua warga untuk lebih peduli akan kebersihan," katanya.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Sampah-botol-plastik-dan-kemasan-plastik.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Lingkungan perairan yang tercemar di pusat kota Fakfak, Papua Barat, menjadi pemandangan sehari-hari.
Pantauan TribunPapuaBarat.com Sabtu (1/03/2025), sampah-sampah botol plastik dan kemasan plastik terapung di perairan Jalan Dr Salasa Namudat Fakfak.
Padahal, Jalan Dr Salasa Namudat ini merupakan Kawasan Central Bussiness District (CBD) Kabupaten Fakfak Papua Barat.
Aktivitas bisnis dan perekonomian di sekitar jalan menjadikan kawasan itu sebagai denyut jantung perekonomian Fakfak.
"Botol-botol plastik di perairan sudah biasa apalagi kalau baru habis hujan, itu tambah full karena terbawa air dari laut," ujar Andi, pejalan kaki yang sering memanfaatkan Jalan Dr Salasa Namudat.
Baca juga: Pemkab Fakfak Papua Barat Fokus Tangani Persoalan Sampah dari Hulu ke Hilir
Andi juga mengaku resah dengan keberadaan sampah-sampah tersebut, bukan hanya di perairan Jalan Dr Salasa Namudat yang merupakan bekas timbunan reklamasi.
"Di pinggir-pinggir jalan juga sampah plastik pono (penuh), ini harus menjadi perhatian semua warga untuk lebih peduli akan kebersihan," katanya.
Warga lainnya, Eka, mengatakan tidak mengetahui dari mana sampah-sampah ini berasal.
"Mari tidak usah saling menyalahkan. Yang terpenting ke depan tidak boleh lagi buang sampah sembarangan," katanya.
Baca juga: DPLH Teluk Bintuni Janji Tingkatkan Layanan Pengolahan Sampah pada 2025
Menurutnya, sudah ada tempat sampah yang disediakan pemerintah melalui dinas terkait namun tidak maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat Fakfak.
"Sudah menjadi rahasia umum kalau ada kegiatan di situ pasti buang sampah juga di situ, kalau duduk nongkrong buang sampahnya juga di situ. Jadi susah juga, intinya kembali ke kesadaran masyarakat," ujarnya.
Ia berharap ke depannya, kebersihan Jalan Dr Salasa Namudat bisa lebih diperhatikan.
"Semua harus jaga kebersihan, terutama di Jalan Reklamasi pantai ini karena ini merupakan wajah Kota Fakfak," ujarnya.(*)
| Kantah Teluk Bintuni Gandeng Tribun Papua Barat untuk Perluas Informasi Layanan Pertanahan |
|
|---|
| Pesona Raja Ampat: Dari Surga Bawah Laut hingga Panorama Bukit Memukau |
|
|---|
| Dinas Perkebunan Fakfak Sosialisasi SNI Pala Tomandin untuk Perkuat Daya Saing |
|
|---|
| Ditjen Imigrasi Berlakukan WFH ASN Setiap Jumat, Pelayanan Publik Tetap Optimal |
|
|---|
| Update Harga BBM di Papua Barat Terbaru, Pertamax hingga Pertalite |
|
|---|