Wisata Papua Barat
Sejarah Nama Raja Ampat, Ada Legenda Penemuan 7 Telur
Wisata Papua Barat Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia jadi pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pemandangan-Pulau-Misool-dari-Puncak-Harfat-Raja-Ampat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Wisata Papua Barat Kepulauan Raja Ampat, telah terkenal dari wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara.
Banyak wisatawan yang rela jauh-jauh ke wisata Papua Barat Raja Ampat, untuk menikmati beragam hal di dalamnya.
Diketahui Wisata Papua Barat Raja Ampat terletak di jantung pusat segitiga karang dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini, dikutip dari rajaampatkab.go.id.
Baca juga: Wisata Papua Barat: Ini Estimasi Biaya Pesawat hingga Harga Tur ke Raja Ampat
Mengapa Disebut Raja Ampat?
Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 11 distrik yang meliputi 85 kampung di area seluas 6.084,5 km2.
Wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat memiliki 610 pulau-pulau kecil dengan panjang garis pantai 753 km,
Dikutip dari papuabarat.bpk.go.id, Pemerintah Tradisional di Wilayah Kabupaten Sorong awal mula dibentuk oleh Sultan Tidore guna perluasan wilayah kesultanan.
Lalu diangkat 4 (empat) orang raja yang disebut “Kalano Muraha” atau “Raja Ampat”.
Keempat raja diangkat sesuai dengan 4 (empat) pulau tersebar dari gugusan pulau-pulau dengan wilayah kekuasaan adalah sebagai berikut:
1. Raja Fun Gering menjadi Raja di Pulau Waigeo
2. Raja Fun Malaba menjadi Raja di Pulau Salawati
3. Raja Fun Mastarai menjadi Raja di Pulau Waigama
4. Raja Fun Malanso menjadi Raja di Lilinta Pulau Misool
Namun, tak ada catatan sejarah baku soal asal-usul terbentuknya nama Raja Ampat. Sebab, ada sejumlah versi yang hingga kini belum diketahui kebenarannya.
Dikutip dari Kompas.com, selain dari cerita adanya empat raja, versi lainnya nama Raja Ampat berasal dari legenda masyarakat.
Yakni adanya Raja Ampat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur di Wawiai, di mana empat di antaranya menetas menjadi pangeran dan menguasai empat pulau terbesar di daerah tersebut.
Persiapan Berkunjung ke Raja Ampat
Berkunjung ke Raja Ampat, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan.
Terutama di perencanaan budget karena kawasan Raja Ampat membutuhkan beberapa transportasi untuk mencapainya.
Kali ini TribunPapuaBarat.comm akan merangkum tips mengunjungi Raja Ampat:
1. Buat Perencanaan Budget
Mengetahui estimasi biaya yang dikeluarkan saat berlibur sangatlah penting.
Terlebih ke Raja Ampat, harus menyewa kapal untuk berkeliling dari pulau ke pulau.
Informasi perencanaan budget ke Raja Ampat, bisa dicek di artikel berikut ini.
Baca juga: Ini Jenis Ular Laut yang Wajib Diwaspadai saat ke Berkunjung ke Raja Ampat, Wisata Papua Barat
2. Tak Perlu Bawa Barang Banyak
Tribunners, berlibur tak perlu membawa banyak barang.
Yang utama adalah mempersiapkan barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan.
Tips untuk menuju spot di Raja Ampat yang perlu mendaki, baiknya memakai sepatu, jangan memakai sandal.
Selain itu, belilah persiapan untuk berwisata di area luar, seperti topi untuk menghalau panas, sunscreen.
3. Semakin Banyak Teman
Ke Raja Ampat jika bersama rombongan, bisa meminimalkan budget untuk menyewa kapal.
Biaya akomodasi jadi lebih terjangkau daripada ditanggung sendiri.
Baca juga: Info Wisata Papua Barat: Ini Waktu Ideal Berkunjung ke Raja Ampat, Cek Bulan November-Desember
4. Jangan Dadakan
Mempersiapkan liburan ke Raja Ampat, sebaiknya dilakukan jauh hari.
Bisa dimulai 3 bulan sebelumnya, atau maksimal 1 bulan sebelumnya.
Seperti memesan tiket pesawat di jauh hari bisa memungkinkan mendapat harga lebih murah.
Jika menaiki Kapal Pelni, juga sebaiknya tidak mendadak untuk melakukan pemesanan agar kebagian.
5. Kapal Pelni Bisa Jadi Pilihan
Budget transportasi menggunakan pesawat dan Kapal Pelni tentu berbeda.
Masing-masing memiliki kelebihan, jika menggunakan pesawat akan menghemat waktu, Kapal Pelni akan menghemat biaya.
Atau jika ingin memakai keduanya, direkomendasikan berangkat ke Sorong menggunakan pesawat dan pulang menaiki Kapal Pelni.
(TribunPapuaBarat.com/ RDZ)